Kegiatan

Akselerasi Transformasi Kurikulum Berbasis SDGs, FEB UNEJ Hadirkan Presiden Indonesia SDGs Center Network

JEMBER, 19 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) menggelar workshop strategis bertajuk "Pengukuran Keterlibatan Perguruan Tinggi Berbasis SDGs dan Transformasi Kurikulum" pada Selasa (19/5). Acara ini menghadirkan pemateri utama Bayu Arie Fianto, SE., MBA., Ph.D., yang merupakan Presiden Indonesia SDGs Center Network (ISCN) sekaligus Direktur CARE Universitas Airlangga. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam kurikulum dan operasional institusi pendidikan tinggi. Dalam paparannya, Bayu Arie Fianto menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial sebagai pencetak pemimpin masa depan dan pusat inovasi berbasis bukti. Bayu menjelaskan bahwa SDGs menyediakan kerangka kerja global yang mampu menyelaraskan misi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan tantangan sosial serta lingkungan di tingkat lokal maupun internasional

Penguatan IKU 7 dan Pengukuran Dampak

Salah satu poin utama yang dibahas adalah pengukuran keterlibatan kampus melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 Diktisaintek. Bayu merinci bahwa keterlibatan strategis ini mencakup SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan), serta dua SDG tambahan yang disesuaikan dengan keunggulan spesifik universitas. "Keterlibatan perguruan tinggi dalam SDGs tidak cukup hanya berupa kegiatan seremonial. Semua harus dipetakan, diukur, didokumentasikan, dan dilaporkan melalui indikator serta bukti (evidence) yang jelas," tegas Bayu dalam materi presentasinya. Ia juga menyinggung pentingnya THE Impact Rankings sebagai alat ukur reputasi global yang menilai kontribusi nyata universitas terhadap 17 target SDGs

Transformasi Kurikulum dan RPS

Terkait aspek pendidikan, Bayu mendorong adanya transformasi kurikulum yang mendalam. Integrasi SDGs disarankan masuk ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) melalui penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan kompetensi keberlanjutan. Metode pembelajaran seperti case method dan project-based learning sangat dianjurkan agar mahasiswa dapat langsung memecahkan masalah SDGs di dunia nyata. "Transformasi kurikulum adalah pintu masuk utama. Deskripsi mata kuliah, bahan kajian, hingga asesmen harus mencerminkan isu-isu keberlanjutan," tambahnya

Rekomendasi Strategis bagi FEB UNEJ

Di akhir sesi, Bayu memberikan beberapa rekomendasi strategis untuk mengatasi hambatan implementasi, seperti terbatasnya literasi SDGs di unit akademik dan fragmentasi kegiatan. Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi:

  •             Penyusunan roadmap SDGs tingkat institusi
  •             Pembangunan repositori bukti (evidence repository) untuk pelaporan IKU 7 dan SDGs
  •             Pelaksanaan pemantauan tahunan dan tinjauan kurikulum secara berkelanjutan

Workshop ini diharapkan menjadi momentum bagi FEB UNEJ untuk semakin berintegritas dalam tata kelola dan memberikan dampak ekonomi serta sosial yang signifikan melalui internalisasi nilai-nilai SDGs dalam setiap napas Tri Dharma Perguruan Tinggi. (sra)

--------------------------------------------------------------------------------

Informasi dalam berita ini disarikan dari materi presentasi Bayu Arie Fianto, Ph.D. pada workshop di Universitas Jember, 19 Mei 2026.

Scroll